Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah
Dari Kematian Menuju Kehidupan
Yehezkiel 37: 1–14; Mazmur 130; Roma 8: 6–11; Yohanes 11: 1–45
S elama dan bertobat. Gereja sedang menghayati masa sengsara dengan mawas diri, laku puasa, berdoa, berderma, pemulihan relasi manusia, dan jangan masa Prapaskah, gereja menetapkan masa 40 hari agar umat berpuasa
ditinggalkan pemulihan relasi dengan alam. Pada Minggu V Prapaskah 2025
ini bacaan ekumenis diambil dari Injil Yohanes 11: 1–45 yang didahului dengan
Yehezkiel 37: 1–14, Mazmur 130, dan Roma 8: 6–11. Kita akan menghayati kisahkisah yang berisi tentang spirit pertobatan yaitu perubahan dan perkembangan
kehidupan menuju ke arah yang baik: rusak menjadi pulih, pesimis menuju optimis,
putus asa menjadi berpengharapan, dan kematian menuju kehidupan. Semua hal
tersebut bersumber dari kasih karunia Allah. Bacaan-bacaan ini diarahkan ke tema
Paskah Ekologis, menyegarkan spirit kita akan perubahan dari arah kematian alam
menuju kehidupan, sekaligus mengasah kepekaan tanggung jawab sebagai pelaku
penyebab kematian alam itu menjadi pro kehidupan.
Harus diakui, kondisi yang menyeret pada situasi kerusakan, pesimis, putus
asa, dan kematian memang tak terelakkan dalam kehidupan kita. Sesuai tema masa
paskah tahun ini yang bertajuk Paskah Ekologis, kita diajak peka dan tanggap akan
adanya proses menuju kematian alam. Alam yang rusak tak bisa dibiarkan. Saat ini
alam dijadikan sebagai obyek yang dieksploitasi untuk kepentingan dan keserakahan
manusia sehingga laju kerusakan alam pada tahap sangat mengkhawatirkan. Sebagai
contoh, data info grafis BNPB yang dikutip Walhi dalam Tinjauan Lingkungan Hidup
Walhi 2023: Terdepan di Luar Lintasan menunjukkan jumlah bencana setiap tahun
didominasi oleh bencana banjir, longsor dan cuaca ekstrim (Ghofar, Abdul dkk.
2023:6). Dari sudut pandangnya, Walhi mendefinisikan kondisi tersebut dengan
istilah “Bencana ekologis” yang berarti:
“Akumulasi krisis ekologis yang disebabkan oleh ketidakadilan dan gagalnya sistem
pengurusan alam sehingga mengakibatkan hancurnya daya dukung dan daya
tampung lingkungan serta rusaknya ekosistem dan kehidupan rakyat.”
Dari data tersebut, Walhi juga memperkirakan intensitas fenomena alam
ekstrem di tengah situasi krisis iklim akan terus meningkatkan intensitas bencana
ekologis di Indonesia. Hal ini nyata terjadi hari ini dan mungkin ke depan. Semua
tampak suram dan menakutkan.
Oleh karena itu, kita harapkan hidup ini ada perubahan dan perkembangan
menuju ke arah yang lebih baik: rusak menjadi pulih, pesimis menuju optimis, putus
asa menjadi berpengharapan, dan kematian menuju kehidupan. “Hari esok harus
lebih baik!” (sil)
Our Mission
Bertekun, Bertumbuh, dan Menjadi Berkat
GKI Bintaro Utama
Jalan Bintaro Utama, Sektor 3A
Bintaro Jaya, Tangerang Selatan
021-73886360
Copyright © 2026 | Powered by
churchtrac